ImrabWebDeveloper.com – Membuat website sekarang terasa lebih mudah dengan banyaknya platform seperti WordPress, Wix, dan Squarespace. Namun, pemula sering melakukan kesalahan yang merugikan performa, SEO, dan pengalaman pengunjung. Dalam artikel ini, kita akan membahas kesalahan umum pemula saat membuat website serta tips praktis untuk menghindarinya.
1. Tidak Memiliki Tujuan Jelas untuk Website

Banyak pemula memulai website tanpa mengetahui tujuan spesifik: apakah untuk blog, toko online, portofolio, atau landing page promosi. Tanpa tujuan yang jelas, desain, konten, dan struktur website menjadi tidak fokus.
Tips: Tentukan tujuan utama website sebelum memulai desain atau menulis konten. Buat sketsa atau wireframe sederhana untuk alur navigasi.
2. Memilih Domain dan Hosting Tanpa Pertimbangan
Kesalahan klasik: memilih domain terlalu panjang, sulit diingat, atau hosting murah tapi lemot. Hal ini berpengaruh pada branding dan performa website.
Tips:
- Pilih domain singkat, mudah diingat, dan relevan dengan niche.
- Gunakan hosting yang cepat dan stabil, terutama jika traffic tinggi.
3. Desain yang Berantakan dan Tidak Responsif
Website harus mobile-friendly dan mudah dinavigasi. Pemula sering menumpuk elemen, warna berlebihan, dan font yang sulit dibaca.
Tips:
- Gunakan template profesional.
- Pilih maksimal 2–3 warna dan font konsisten.
- Cek tampilan di desktop, tablet, dan smartphone.
Baca Juga : Kenapa Website Penting buat bisnis di era digital ?
4. Tidak Memperhatikan Kecepatan Website

Loading lambat membuat pengunjung pergi dan merusak SEO. Kesalahan umum termasuk memasang gambar berukuran besar, plugin berlebihan, atau hosting lambat.
Tips:
- Kompres gambar sebelum di-upload.
- Gunakan plugin caching.
- Minimalkan plugin yang tidak perlu.
5. Konten Tidak Terstruktur dan Tidak SEO-Friendly
Pemula sering menulis konten panjang tanpa subjudul (H2/H3), paragraf yang jelas, atau meta description. Ini menyulitkan pembaca dan search engine.
Tips:
- Gunakan struktur H1-H2-H3.
- Gunakan fokus keyphrase di judul, paragraf pertama, dan meta description.
- Tambahkan internal link untuk navigasi.
6. Mengabaikan Backup dan Keamanan
Website tanpa backup rawan kehilangan data. Pemula sering lupa mengamankan website dari hacker atau malware.
Tips:
- Gunakan plugin backup otomatis.
- Pasang SSL (https://) untuk keamanan.
- Update CMS dan plugin secara rutin.
7. Navigasi yang Membingungkan
Menu yang terlalu panjang, dropdown berlapis-lapis, atau link yang rusak membuat pengunjung frustrasi.
Tips:
- Buat navigasi sederhana dengan maksimal 5–6 menu utama.
- Gunakan breadcrumb untuk website besar.
8. Tidak Memanfaatkan Analitik
Pemula sering membuat website tapi tidak mengecek performa, sumber traffic, atau page yang populer.
Tips:
- Pasang Google Analytics dan Google Search Console.
- Pantau traffic, bounce rate, dan keywords yang bekerja baik.
9. Lupa Call-to-Action (CTA)

Website tanpa CTA membuat pengunjung bingung harus melakukan apa selanjutnya. Hal ini menurunkan konversi, misal penjualan atau newsletter signup.
Tips:
- Tambahkan tombol CTA jelas: “Daftar Sekarang”, “Hubungi Kami”, atau “Beli Sekarang”.
- Letakkan CTA di beberapa posisi strategis, terutama di bagian atas dan bawah halaman.
10. Tidak Konsisten Mengupdate Website
Website statis yang jarang diperbarui terlihat tidak profesional dan kurang SEO-friendly.
Tips:
- Buat jadwal update konten rutin.
- Perbarui plugin dan tema.
- Tambahkan artikel baru minimal 1–2 kali per minggu untuk blog.
